Kamis, 16 April 2020

CARA DESA LOCKDOWN DENGAN HAL YANG BERBEDA


CARA DESA LOCKDOWN DENGAN HAL YANG BERBEDA

Semua masyarakat sudah pasti tahu berita apa yang tengah ramai diperbincangkan saat ini yakni Covid19 virus yang tengah ramai diperbincangkan ini yang membuat semua masyarakat baik kota maupun desa cemas akan datangnya virus tersebut atau juga sering disebut virus corona. Yang menurut berita-berita stasiun tv virus tersebut dihasilkan dari sup kelelawar yang dikonsumsi orang-orang dicina konon katanya sup kelelawar itu dapat meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh namun ternyata pernyataan itu salah, sup kelelawar yang dianggap bagus untuk kesehatan ternyata dapat menghasilkan virus corona yang mematikan bagi penderita virus tersebut. Virus yang awal mula hanya gempar dicina sekarang virus tersebut sudah sampai negara-negara lain karena penyebaran virus corona sangat cepat seperti orang indonesia yang sedang berlibur diluar negeri mereka berkontak langsung dengan orang yang sudah terpapar virus corona namun tidak diketahui oleh orang tersebut. Coronavirus itu merupakan keluarga besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Nah, pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit serius, seperti MERS dan SARS. Covid-19 sendiri merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019.Maka dari itu, Coronavirus jenis baru ini diberi nama Coronavirus Disease-2019 yang disingkat menjadi Covid-19. Virus corona tidak langsung menimbulkan dampaknya namun penderita mulai merasakan dampaknya 5-7 hari suhu  tubuh yang tiba-tiba tinggi dan sesak nafas. Gejala Covid-19 ini pada umumnya berupa : Demam 38°C,  Batuk kering, Sesak nafas
Yang dapat kita lakukan untuk perlindungan diri sendiri yakni : Tetap di rumah. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah, Jaga jarak minimal 1 meter dengan orang di lain, Jangan kontak langsung dengan orang bergejala COVID-19. Lakukan komunikasi via telepon, chat atau video call, Hindari kerumunan, Jangan sentuh mata, hidung dan mulut, Selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir! Sebelum makan dan menyiapkan makanan, setelah dari toilet, setelah memegang binatang dan sehabis berpergian, Ketika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu. Buang langsung tisu ke tempat sampah setelah digunakan, Beritahu petugas kesehatan jika kamu mengalami gejala, pernah kontak erat dengan orang bergejala atau bepergian ke wilayah terjangkit COVID-19, Jika petugas kesehatan menyatakan kamu harus isolasi diri, maka patuhi agar lekas sembuh dan tidak menulari orang lain,  Bersikaplah terbuka tentang statusmu pada orang lain di sekitar. Ini adalah bentuk nyata kepedulianmu pada diri sendiri dan sesama
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.
2. Menggunakan masker
Banyak yang menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus Corona, padahal masker tersebut belum tentu efektif. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
Beberapa informasi menyebutkan bahwa berjemur di bawah sinar matahari juga dapat mencegah infeksi virus Corona. Sayangnya hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus, baik di luar maupun dalam negeri.
Kita juga disarankan untuk melakukan physical distancing dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain dan hindari bepergian ke tempat yang ramai. Selama di rumah, Anda juga perlu rutin membersihkan rumah guna mengurangi risiko tertular virus Corona.
5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. Anda juga bisa mencoba mendeteksi risiko Anda terkena virus Corona dengan klik gambar di bawah ini
Yang dapat kita lakukan untuk melindungi orang-orang terdekat dari Covid-19, yaitu:
Saat kamu batuk atau bersin, jangan lupa untuk menjauh dan menutup mulut serta  hidung kamu dengan tissue, saputangan, atau lipatan siku.
Segera membuang tisu atau masker yang telah kamu gunakan ke tempat sampah.
Jangan lupa untuk merobek masker yang telah digunakan ya, untuk mencegah penggunaan ulang masker.
Jangan lupa untuk mencuci tanganmu dengan sabun setelah batuk atau bersin.
Jangan meludah disembarang tempat
Adapun upaya unik masyarakat yang mulai menutup desa atau lockdown disetiap jalan masuk kampung dengan cara menutup jalan dengan kayu sampai dengan cara unik menutup jalan dengan gapura didesa Blumbang, Boyolali. Yang awalnya warga hanya ingin mengganti gapura desa yang baru para warga meempunyai cara unik untuk menjatuhkan gapura desa tersebut ditengah jalan dan menutupi jalan masuk desa Blumbang dibalik niatan hanya ingin memperbaiki gapura tiba-tiba muncul berita tentang penyebaran virus corona para warga sepakat untuk menjatuhkan gapura tersebut ditengah jalan untuk memperbaikinya sekaligus untuk lockdown. Cara yang sangat unik, namun itu hanya sementara setelah gapura itu diperbaiki jalan masuk kampung tersebut diganti dengan kayu untuk lockdown desa Blumbang.



Terdapat 2 akses jalan untuk masuk desa blumbang yang pertama ditutup untuk membatasi keluar masuknya orang-orang dari luar untuk masuk ke desa dan yang kedua terdapat jalan yang juga ditutup namun saat ada orang yang ingin masuk ke desa harus disemprot disenfektan terlebih dahulu dari kendaraan hingga pengendara bertujuan untuk mensterilkan orang-orang yang ingin masuk desa blumbang kecuali untuk para perantauan yang datang ke desa harus isolasi/ dikarantina terlebih dahulu karena tidak ada yang tahu apakah perantauan tersebut  membawa penyakit atau tidak karena virus corona gejalanya tidak begitu cepat tampak namun menunggu beberapa hari untuk melihat gejala-gejala dari virus tersebut.
 Antisipasi warga-warga desa ini sangat bagus untuk mengurangi dan memutus rantai penyebaran virus corona yang semakin hari semakin bertambah korbannya, dengan cara lockdown ini dapat mengurangi virus tersebut. Antisipasi masyarakat yang mulai dari penyemprotan disenfektan setiap pengendara yang akan masuk desa, penyemprotan sekolahan, penyemprotan setiap masjid didesa dan warga beramai-ramai mencuci sajadah yang ada dimasjid serta membersihkan dalam masjid. Walaupun belum semua masyarakat desa yang lockdown atau menutup akses jalan mereka hanya membatasi masuknya perantauan yang pulang ke desa untuk bertemu keluarganya. Setiap desa memiliki peraturan siapa saja yang pulang dari perantauan harus lapor RT dan bidan desa untuk mendapatkan pengawasan khusus guna melihat perkembangan perantauan tersebut memunculkan gejala-gejala terkena virus corona atau tidak sepulang dari luar kota. Pentingnya juga kita sangat perlu cek kesehatan rs terdekat untuk mengetahui apakah kita terkena dampak wabah covid19. Diagnosis Virus Corona (COVID-19) Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

  • Rapid test sebagai penyaring
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona (COVID-19)
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Segera lakukan isolasi mandiri bila kita mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kontak dengan penderita COVID-19 atau berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. Bila kita mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Kita tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila kita memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Kita bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Alodokter online agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu kita. Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan),
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu: Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput. Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain. Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk kita sampai Anda benar-benar sembuh. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah. Nah, kalau kita habis berpergian dan 14 hari kemudian mengalami gejala ini, segera ke Rumah Sakit rujukan untuk memeriksakan diri kita lebih menyeluruh. Oh ya, saat ke Rumah Sakit, jangan menggunakan transportasi umum ya. Kenapa? Untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. 

Kamis, 12 Maret 2020

RESENSI FILM ALL THE PRESIDENT'S MEN







Judul :ALL THE PRESIDENT’S MEN
Sutradara : Alan J. Pakula

Pemeran :
­-Robert Redford
-Dustin Hoffman
-Jason Robards

Rilis : 1976
Genre : Drama, history, mystery
Durasi : 138 Menit
film ini diangkat  dari adaptasi novel yang ditulis sendiri oleh Bob Woodward dan Carl Bernstein selaku pelaku sejarah

RESENSI FILM
Film ini bermula dari kasus spionase, pencurian, dan penyadapan di salah satu markas milik Partai Nasional Demokrat, Watergate. Kemudian dua orang jurnalis The Washington Post mencoba untuk menguak kasus yang mereka anggap penuh konspirasi. Dua jurnalis tersebut yakni Bob Woodwart dan Carl Bernstein.
Kejanggalan kasus Watergate berawal dari persidangan lima orang terdakwa. Woodwart, yang kala itu hadir dalam persidangan mendengar bahwa salah satu terdakwa yang bernama James Mc. Cord adalah pensiunan konsultan keamanan CIA.
Kasus kian ditelusuri. Data yang dikumpulkan Woodwart menunjukan ada keterlibatan pemerintahan Richard Nixon, termasuk Penasehat Khusus Presiden dan beberapa pejabat penting lainnya. Setelah data dihimpun, ada dinamika dalam ruang redaksi nyatanya. Woodwart barulah Sembilan bulan menjadi jurnalis di surat kabar kenamaan Amerika tersebut. Hal itu membuat petinggi The Washington Post tak main gampang memberikan tugas itu kepada Woodwart. Pengalamannya masih dianggap dangkal. Setelah beberapa pimpinan bersitegang, barulah Woodwart diamanahkan untuk menelusuri kasus tersebut. Tak tak cukup satu, redaktur Washington Post juga menunjuk Carl Bernstein dalam peliputan skandal Watergate.
Lalu, apa hubungannya kasus Watergate dengan pemerintahan Richard Nixon yang merupakan presiden Amerika kala itu?  Woodwart mensinyalir, adanya campur tangan Gedung Putih dalam menyiasati pencurian dan juga penyadapan di markas Partai Nasional Demokrat. Lantas saja petinggi gedung putih tersandung kasus. Selidik punya selidik, orang-orang Nixon mencoba menyabotase kampanye politik pesaingnya dari Partai Nasional Demokrat. Saat itu adalah tahun politik Amerika, Nixon kembali menjadi kandidat calon presiden dan akhirnya menang.
Orang-orang diwawancara, data tertulis pun kian dihimpun, saatnya Woodwart dan Bernstein menunjukkan hasil liputannya. Mereka berdua amat yakin dengan hasilnya, juga menduga berita ini akan sangat eksklusif. Bahkan mereka kira, surat kabar nomer wahid Amerika yakni The New York Times tak memiliki informasi khusus terkait skadal Watergate. Namun, apalah yang mereka terima? Pimpinan Washington Post mengira tak ada yang istimewa dalam hasil peliputan. Data-data yang dihimpun rupanya masih dangkal. Isinya kering dan hanya menyangkut kulit luar dari kasus itu. Berita tentang Watergate belum jadi diterbitkan. Woodwart kecewa, pun dengan Bernstein. Walhasil, mereka mesti putar otak lebih keras.
Tidak jadi terbit, Woodwart dan Bernstein tak hentikan langkah. Tibalah saatnya Woodwart memanfaatkan jaringan yang ia miliki. Tentu untuk mengorek banyak informasi. Ia menghubungi kenalannya di Gedung Putih. Pertemuan rahasia dengan orang dalam pemerintahan ia agendakan. Orang ini akan jadi informan dalam kasus yang Woodwart dan Berstein telusuri.
Tibalah saat pertemuan rahasia, orang misterius itu dinamai Deep Throat. Woodwart menginginkan Deep Throat mengungkap semua yang diketahuinya tentang skandal Watergate. Namun Deep Throat tidak secara gamblang membeberkan semua hal, hanya kata kuncinya saja. Woodwart nampak bingung. Mesti darimana ia memulai? Akhirnya Deep Throat ingin agar Woodwart dan Berstein menelusuri uang berjumlah $25.000 yang ada di rekening salah satu tersangka pencurian. Kenapa harus uang itu? Karena dana tersebut mengalir dari Komite Pemenangan Kembali Presiden Richard Nixon ke rekening pelaku pencurian Watergate.
Pemberitaan tentang skandal Watergate tersiarkan. Gedung Putih gempar. Aksi dari dua wartawan ini menyeret beberapa nama penting di pemerintahan. Mulailah terkuak konspirasi pejabat tinggi Gedung Putih dalam kasus Watergate. Dalam proses peliputan, Woodwart dan Bernstein jadi sosok berbahaya. Hal demikian membuat agen khusus negara tak tinggal diam. Mereka berdua kerap dibuntuti mata-mata, gerak-gerik mereka diawasi. Bahkan, komunikasi yang dilakukan dua wartawan ini bisa jadi disadap. Deep Throat lah yang memberitahukan hal itu kepada Woodwart dan Berstein.
Usaha dua wartawan ini bukan tidak menghadapi batu sandungan. Banyak orang yang enggan mengungkap kebenaran saat diwawancara. Agen khusus negara mencoba menekan beberapa orang yang terlibat supaya mengunci rapat mulutnya. Woodwart dan Berstein mesti susah payah mencari narasumber yang sukarela menjadi kunci terkuaknya kasus. Belum lagi, akibat pemberitaan tersebut, pemerintah mengecam paktek jurnalisme yang dilakukan Washington Post. Menteri Penerangan Amerika saat itu, Ronal Ziegler, menganggap Washington Post telah menerbitkan pemberitaan yang keji terkait Watergate.
Woodwart dan Berstein tetap di garda depan, mereka masih di jalurnya meski tekanan politik menghujam Washington Post. Berita demi berita makin menyulitkan beberapa pejabat Gedung Putih untuk menutupi skandal Watergate. Nama-nama yang Woodwart dan Berstein ungkap dalam tulisan mereka perlahan mulai terseret ke meja hijau.
Akhirnya, dalam gelar perkara pengadilan, nama-nama yang diungkap Woodwart dan Bernstein dalam skandal kasus Watergate dinyatakan bersalah. Dalam salah satu bukti, Richard Nixon terlibat. Ia nyatanya menyetujui kegiatan spionase dalam kasus Watergate. Pemerintahan Nixon ambruk, kekuatannya melemah. Pada 9 Agustus 1974, Richard Nixon menyatakan mengundurkan diri sebagai presiden negara yang bergelar Adidaya.

Kekurangan film:
Film ini terlalu banyak tokohnya, sehingga membuat bingung jalan ceritanya, dan tidak cukup jelas alur ceritanya. Dengan banyak nya tokoh kita harus mengulang film ini beberapa kali agar dapat mengertinya. Film ini juga membosankan dan tidak mudah untuk mengertinya.
Kelebihan film:
Film ini sangat menginspirasi orang-orang yang mau menjadi wartawan. Selain itu film ini dapat membuat suatu komunitas pers dapat semakin menebalkan kejurnalistikannya sebelum benar-benar akan terjun di dunia media
Komentar
Dalam kasus lain di Indonesia, hal ini juga dilakukan wartawan yang tengah meliput kasus besar dan melibatkan pejabat tinggi. Dalam kasus skandal pajak terbesar di Indonesia misalnya, Metta Dharmasaputra, wartawan Majalah TEMPO, memanfaatkan orang dalam Polri untuk mendukung aksi peliputannya. Sehingga, skandal pajak yang dilakukan Asian Agri Group dapat terbongkar

Hubungannya dengan 10 elemen jurnalisme
1.        Wawancara
Ada beberapa bagian yang menampilkan kepiawaian dua wartawan ini dalam mengorek informasi dari narasumber. Proses wawancara pada tingkat yang lebih sulit pun menghadang dua wartawan ini. Dalam salah satu scene, Woodwart dimintai Deep Throat untuk menelusuri uang sejumlah $25.000 yang mengalir dari Komite Pemenangan Kembali Presiden Richard Nixon ke salah satu pelaku skandal Watergate. Lalu, penelusuran pun dimulai. Woodwart dan Berstein mengalami masa yang amat melelahkan. Mereka mewawancara puluhan orang yang bekerja di bagian keuangan pemerintahan untuk mengetahui aliran dana sebesar $25.000 tersebut. Mereka melakukannya Door to door. Putus asa hampir menghinggapi perasaan dua orang ini, tapi wawancara demi wawancara terus mereka lakukan. Akhirnya, mereka menemukan orang yang bersedia mengungkap untuk apa aliran dana tersebut. Ternyata dana itu digunakan untuk kegiatan spionase dalam kasus Watergate. Bayangkan, untuk mengetahui sebuah aliran dana saja, mereka berdua mesti mewancara puluhan orang bahkan sampai larut malam.
2.      Pengumpulan Data
            Pada sebuah pemberitaan, hasil akan lebih akurat jika data tertulis didapatkan. Namun, data tersebut lebih sulit didapat ketimbang wawancara. Saya teringat kisah peliputan Karni Ilyas dalam buku “40 Tahun Jadi Wartawan”. Dalam sebuah liputan perkara di pengadilan, wartawan dengan suara khas mirip Doraemon itu belum puas jika hanya wawancara, sampai-sampai surat tuduhan jaksa dan Berita Acara Perkara (BAP) mesti pula ia dapatkan. Hal itu dilakukan untuk kelengkapan dan keakuratan isi berita.
            Bagaimana dengan Woodwart dan Berstein? Segera setelah  wawancara tidak menuai hasil, Woodwart dan Berstein mencari data tertulis. Sangat unik dan profesional, tidak hanya orang yang terlibat, bahkan hubungan antara narasumber primer dan sekunder juga dicari datanya.
            Ada lagi hal istimewa yang dilakukan salah seorang wartawan Washington Post ini. Jangan kira dengan bersikap jujur dan polos akan gampang-gampang saja mendapat data tertulis, terlebih jika data itu disimpan oleh pejabat tinggi pemerintah.
            Hal demikian sah-sah saja. Dalam buku “9 Elemen Jurnalisme” karangan Andreas Harsono, hal tersebut boleh jadi dilakukan. Untuk memperoleh data atau bukti primer sebuah kasus, seorang wartawan sah-sah saja berbohong bahkan menyamar. Jika tidak demikian, data tidak akan didapat dan kasus tak akan terbongkar.

3.      Penulisan Berita dan Dinamika Ruang Redaksi
Ada kaitannya antara film ini dengan kiprah wartawan pemula, terlebih lagi ia adalah pegiat pers mahasiswa. Secara pengalaman – menurut pimpinan The Washington Post – Bob Woodwart belumlah layak untuk meliput kasus setingkat skandal Watergate. Setelah bersitegang, barulah Woodwart diizinkan.
Ada salah satu bagian diawal film yang menyinggung soal dinamika keredaksian. Woodwart mengumpulkan hasil liputannya. Namun, tulisan Woodwart dikoreksi oleh Bernstein yang lebih senior berkiprah sebagai jurnalis. Mereka berdua berdebat soal kualitas tulisan. Bernstein menganggap tulisan Woodwart tentang Watergate tidak mempunyai titik fokus. Lead yang ditulis Woordwart tidak menentukan arah tulisan dan kejelasan orang yang terlibat.
Sebagai seorang wartawan, terlebih pegiat pers mahasiswa, kredibilitas seorang wartawan dipertaruhkan dalam tulisan. Maka koreksi dari teman sesama wartawan sangat penting sebelum disiarkan ke khalayak. Masyarakat akan bisa menilai kualitas wartawan bahkan juga media tempat ia bernaung. Jika saja tulisan yang dibuat kacau, bisa jadi seorang wartawan akan berperkara di Dewan Pers dan citra media yang bersangkutan akan memburuk. Namun, apabila sebuah tulisan dapat dipahami maksud, arah, dan substansinya, reputasi wartawan dan media yang bersangkutan juga meningkat. Maka, aturan mengenai penulisan teras berita, tubuh berita, struktur kalimat, EYD,

4.      Klarifikasi dan Follow up Berita.
Jika seorang wartawan menulis berita tanpa klarifikasi, berarti itu wartawan gila. Woodwart dan Bernstein tidak gila tentunya. Tahapan setelah mendapat data yakni klarifikasi. Woodwart dan Bernstein sangat ketat dalam klarifikasi. Mereka hampir tidak menerbitkan beritanya karena sulit mendapatkan klarifikasi. Padahal tekanan deadline dan redaktur begitu terasa. Sia-sia rasanya jika puluhan data bahkan ratusan data telah dihimpun namun ketika hendak menulisnya tidak mendapatkan klarifikasi. Mending tidak usah jadi menulisnya daripada dikutuk massa karena menulis berita yang berat sebelah. Berita yang kita tulis akan menjadi sumber fitnah dan sudah terjerat pelanggaran pidanan. Maka berhati-hatilah!
            Bernstein dan Woodwart juga serius dengan perkembangan infomasi terkait Watergate. Berita yang baik tentunya tak mencakup kulit luar, tapi mendalam dan terus diikuti perkembangannya, inilah follow up. Jika tidak demikian, tak mungkin dua wartawan ini dianugrahi penghargaan Putlizer. Betapa tidak, berita yang ditulis dua wartawan ini mengungkap pelaku kriminal yang melibatkan pejabat tinggi pemerintah, sampai tuntas, berakhir di pengadilan, dan Nixon menyerah.